Kisah ini tidak dimulai dengan romansa yang manis. Tahun 2016, Vidi Aldiano dan Sheila Dara pertama kali bertemu di lokasi syuting. Saat itu, mereka hanyalah dua orang yang mencoba profesional di pekerjaan. Vidi adalah pria yang ambisius, teratur, dan sangat sosial. Sheila? Dia adalah antitesis dari itu semua: santai, tidak ambisius, dan sangat menjaga jarak dengan keramaian.
1. Pertemuan dan Retaknya Harapan
Hubungan mereka sempat berjalan selama dua tahun sebelum akhirnya kandas pada 2018. Mereka putus karena merasa "tidak sejalan". Namun, takdir punya cara yang brutal untuk menyatukan kembali. Di tahun 2019, saat mereka sudah berpisah, Vidi didiagnosa menderita kanker ginjal stadium 3. Ia kehilangan satu ginjalnya di Singapura. Di momen hancurnya mental Vidi itulah, Sheila Dara muncul kembali—bukan sebagai mantan, tapi sebagai penyangga.
2. Pernikahan di Bawah Bayang-Bayang Metastasis
Januari 2022, mereka menikah. Vidi tahu kankernya tidak benar-benar pergi. Sheila pun tahu bahwa ia sedang menikahi pria yang sedang berjuang melawan maut. Tak lama setelah menikah, kenyataan pahit menghantam: kanker Vidi bermetastasis (menyebar). Dari stadium 3, naik menjadi stadium 4. Sel kanker itu mulai menyerang organ-organ lain di tubuhnya.
Di sinilah alur cerita mereka menjadi sangat dalam. Vidi harus menjalani apa yang ia sebut sebagai "Spa Day"—istilah untuk kemoterapi dan radiasi yang menyakitkan. Setiap beberapa minggu, Vidi harus masuk rumah sakit untuk memasukkan obat ke tubuhnya demi membunuh sel kanker tersebut. Dan di sana, di samping ranjang rumah sakit yang dingin, selalu ada Sheila Dara.
3. Perpisahan di Tanggal 7 Maret 2026
Memasuki awal 2026, perjuangan Vidi semakin berat. Kanker stadium 4 terus menggerogoti tubuhnya. Meski di hari-hari terakhirnya ia merasa sangat lemah, Vidi tetap memaksakan diri tersenyum demi orang-orang di sekitarnya. Dan pada akhirnya, raga manusia memiliki batas. Pada 7 Maret 2026, Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhirnya di usia 35 tahun.
Selama proses yang sangat menyakitkan itu, Sheila Dara tetap menjadi sosok yang sama—tegar dan enggan memamerkan kesedihannya di publik. Ia adalah orang yang memastikan Vidi tetap makan, menjaga jadwal obatnya, dan menemaninya menutup mata untuk yang terakhir kalinya. Ini adalah bentuk support system dan kesetiaan yang sangat langka.
4. Pelajaran Penting: Komitmen di Atas Rasa Sakit
Kisah mereka mengajarkan kita di pernikahan.me bahwa pernikahan adalah tentang kesiapan menghadapi skenario terburuk. Vidi dan Sheila membuktikan bahwa janji "dalam sakit maupun sehat" adalah janji yang berdarah-darah. Kematian Vidi bukan berarti ia kalah, melainkan sebuah akhir dari penderitaan fisik, dan awal dari warisan cinta yang abadi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.
